Selasa, 15 Januari 2019

perkembangan psikologi anak

Usia 3-7 tahun
Perkembanganfisik
v  Tigatahun:
·         Melompatdengan kaki bersama-sama
·         Berjalandenganujung kaki
·         Berjalannaikdanturuntangga
·         Menangkap bola yang dilemparkandenganlembut
·         Memanjatdengankepercayaandiri yang meningkat
·         Cat
·         Manik-manikbenangpadarenda
·         Kontrolkendaliatasalatmakan
v  Empattahun:
·         Pedal
·         Melempardengantujuan
·         Menggunakangunting
·         Memegangpensildandapatmenggambar orang / rumah
v  Lima tahun:
·         Hop
·         Tendangandengantujuan
·         Menangkap bola
·         Menanganipensildengankontrol
·         Menyalinbentukdanmenulisbeberapahuruf
·         Menambalkanjahitan
v  Enamhinggatujuh:
·         Lewati
·         Naiksepeda
·         Melompatdariketinggian
·         Memanjatdenganpercayadiri
·         Menulis
·         Jarumbenang, dapatmelakukankancing, talisepatu

media dan sumber belajar PKN SD

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang

Kata “media”  berasal dari kata “medium” yang berarti perantara atau pengantar dalam menyampaikan pesan komunikasi. Jadi media pembelajaran adalah segala bentuk perantara atau pengantar penyampaian pesan dalam proses komunikasi pembelajaran. Media pembelajaran juga termasuk dalam kategori bahan pembelajaran, apabila media pembelajaran diperankan sebagai desain materi pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran.
Sumber dapat diartikan bahwa semua hal yang digunakan sebagai tempat dimana informasi/pesan/materi belajar dapat diperoleh. Sumber belajar dapat berupa manusia (human resources) dan benda lain yang bukan manusia (unhuman resources). Adapun cara mendapatkan sumber belajar, dapat melalui sumber belajar yang dirancang (by design) dan juga dengan sumber belajar yang tinggal dimanfaatkan (by utilization).
Penggunaan media guru harus memilih media yang sesuai dengan bahan yang akan diajarkan, mampu memfasilitasi serta memotivasi siswa, menjelaskan materi dengan menggunakan media, serta mampu membuat siswa dalam mempraktekkan pengetahuannya dengan menggunakan media, dan kemudian guru mampu mengevaluasi pembelajaran yang telah dilakukan dengan baik.




B.       Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Apa yang dimaksud dari media atau alat dalam pembelajaran?
2.      Apa saja sumber yang digunakan dalam pembelajaran?
3.      Bagaimana penerapan media pembelajaran PKn SD?
C.      Tujuan
Adapun tujuan dari pembahasan makalah ini yaitu :
1.      Untuk mengetahui maksud dari media atau alat dalam pembelajaran.
2.      Untuk mengetahui sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran.
3.      Untuk mengetahui cara penerapan media pembelajaran PKn SD.








BAB II
 PEMBAHASAN

A.      Pengertian Media atau Alat Dalam Pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’ atau ‘pengantar’. Media dapat diartikan sebagai sumber belajar yang dikategorikan menjadi sumber dalam bentuk manusia (guru atau dosen) dan sumber bukan manusia, yakni materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat para peserta didik mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap. Namun, dalam pembahasan ini dapat difokuskan pada media sebagai sumber belajar bukan manusia.
Menurut Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Association of Education and Communication Technology/AECT) di Amerika, membatasi media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan atau informasi. Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan peserta didik yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sementara itu, Briggs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang menyajikan pesan serta merangsang peserta didik untuk belajar. Buku, film, kaset, film bingkai adalah contoh-contohnya. Menurut Asosiasi Pendidikan Nasional (National Education Association/NEA) mengartikan media sebagai bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya. Dalam pengertian teknologi pendidikan, media atau bahan sebagai sumber belajar merupakan komponen dari sistem instruksional disamping pesan, orang, teknik latar dan peralatan. Media atau bahan adalah perangkat lunak (software) yang berisi pesan atau informasi pendidikan yang biasanya disajikan dengan mempergunakan peralatan.
Dari beberapa pendapat yang dikemukakan, dapat diambil kesimpulan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian peserta didik sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.
Media pembelajaran dapat diartikan sebagai media yang digunakan dalam pembelajaran, yaitu meliputi alat bantu pendidik dalam mengajar serta sarana pembawa pesan dari sumber belajar ke penerima pesan belajar (peserta didik).
1.         Fungsi Media Pembelajaran PKn SD
 Berikut ini merupakan beberapa fungsi dari adanya media pembelajaran PKn  di SD :
a.     Media pembelajaran sebagai alat bantu dalam pembelajaran.
Pada satu sisi ada materi ajar yang tidak memerlukan alat bantu, tetapi di lain pihak ada materi ajar yang sangat memerlukan.
b.    Media pembelajaran sebagai sumber belajar.
Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat bahan pembelajaran untuk belajar peserta didik tersebut berasal. Sumber belajar dapat dikelompokkan menjadi lima kaeagori, yaitu manusia, buku perpustakaan, media massa, alam lingkungan, dan media pendidikan.
2.        Macam-Macam Media Pembelajaran PKn
Merancang media pembelajaran PKn sangat tergantung dari jenis media yang digunakan. Di bawah ini diulas kembali jenis media yang dapat digunakan/dikembangkan dalam pembelajaran PKn, yaitu:
a.     Hal-hal yang bersifat visual, seperti bagan, matriks, gambar, data, dan lain-lain.
b.    Hal-hal yang bersifat materiil, seperti model-model, benda contoh gerak, sikap, dan perilaku, seperti simulasi, bermain peran, role playing, cerita, kasus tentang moral.
Berkaitan dengan hal di atas, maka pembelajaran PKn dapat menggunakan berbagai jenis media yaitu media visual, media audio video atau media berbasis komputer. Namun dari beberapa pilihan media diambil harus mampu memenuhi syarat dan kerakteristik pembelajaran PKn, misalnya mampu mengajak siswa berfikir kritis, dan peka. Hal lain adalah penerapan suatu media dalam proses belajar mengajar PKn yang tentu saja harus disesuaikan dengan pokok bahasan yang ingin kita sampaikan kepada siswa. Sebagai contoh, pokok bahasan Sumpah Pemuda maka media yang sesuai untuk pokok bahasan tersebut adalah media video. Media video dapat menghadirkan gambaran tentang tanah air Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, juga dapat menayangkan Peta Indonesia. Dengan demikian para siswa di harapkan dapat memahami pentingnya makna peristiwa Sumpah Pemuda bagi kemerdekaan Republik Indonesia.
Beberapa media belajar yang sering digunakan untuk pembelajaran PKn antara lain:
1.         koran, majalah , kliping
2.         berita, kasus yang berkait dengan materi pelajaran
3.         model/alat peraga
Secara umum, media pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kalsifikasi jika dilihat dari masing-masing segi, diantaranya sebagai berikut.Dilihat dari sifatnya, media dapat dibagi menjadi:
1.      Media visual, yaitu media yang hanya dapat dilihat saja, tidak mengandung, unsure suara. Contohnya adalah film slide, foto, transparansi, lukisan gambar, dan berbagai bahan yang dapat dicetak seperti media grafis dan lain sebagainya.
2.         Media audio berbeda dengan media visual. Media audio berkaitan dengan penedengaran peserta didik. Media audio yang dapat digunakan dalam pemebelajaran PKn misalnya radio, kaset.
3.         Media audiovisual, yaitu media yang selain dapat mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang biasa dilihat, misalnya rekaman video, film, slide suara, dan lain sebagainya.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN

Selain adanya proses yang bersifat universal dalam perkembangan, setiap orang juga memiliki perbedaan individual. Perbedaan-perbedaan tersebut akan mempengaruhi perkembangan dan hasil perkembangan. Sebagai contoh, manusia bisa berbeda dalam jenis kelamin, tinggi dan berat badan, kesehatan dan tingkat energi, inteligensi, kepribadian, temperamen, dan reaksi emosional. Konteks di mana seseorang tinggal juga berbeda, seperti rumah, masyarakat tempat kita tinggal, hubungan yang kita punya, jenis sekolah yang dimasuki, serta cara seseorang menggunakan waktu luang (Papalia, dkk., 2009).
Mengapa satu orang dapat berbeda dari orang yang lain? Jawabannya adalah karena perkembangan bersifat kompleks dan faktor-faktor yang mempengaruhi tidak dapat selalu diukur secara tepat atau bahkan ditemukan. Ilmuwan sekalipun tidak dapat menjawab pertanyaan itu sepenuhnya. Bagaimanapun, para ilmuwan belajar banyak tentang apa yang orang butuhkan untuk berkembang secara normal, bagaimana mereka bereaksi terhadap berbagai pengaruh yang ada di luar dan di dalam dirinya, serta bagaimana mereka dapat mencapai potensi mereka sebaik-baiknya. Berikut ini akan dipaparkan sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan seseorang.

1.      Herediter, Lingkungan, dan Kematangan
Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan seorang anak adalah faktor herediter. Tentu Anda masih ingat apa yang dimaksud dengan faktor tersebut pada saat kita membicarakan kontroversi nature dan nurture. Selanjutnya, pengaruh yang lain datang dari lingkungan dalam (inner) dan lingkungan luar (outer), yaitu dunia di luar diri seseorang mulai dalam rahim hingga pembelajaran yang berasal dari pengalaman (Papalia, dkk., 2009). Perbedaan individual meningkat sejalan dengan bertambahnya usia. Banyak perubahan yang khas pada bayi dan kanak-kanak awal, seperti kemampuan berjalan dan bicara, yang umumnya berhubungan dengan kematangan tubuh dan otak. Sejalan anak tumbuh menjadi remaja dan dewasa, perbedaan individual dalam karakteristik bawaan dan pengalaman hidup memainkan peran yang lebih besar (Papalia, dkk., 2009).  Proses-proses yang akan dilalui oleh setiap orang bervariasi dalam tempo dan waktu. Meskipun dalam modul-modul selanjutnya kita akan berbicara tentang milestones atau tanda-tanda perkembangan yang terkait pada usia tertentu, usia tersebut semata-mata merupakan rata-rata untuk terjadinya peristiwa tertentu. Misalnya, anak rata-rata mampu berjalan pada usia 12 bulan dan berbicara pada usia 14 bulan. Namun, apabila terjadi penyimpangan yang sangat ekstrim dari rata-rata yang ada, kita harus mulai mempertimbangkan bahwa “ada sesuatu” yang terjadi pada perkembangan anak tersebut (Papalia, dkk., 2009). Dalam upaya untuk memahami perkembangan manusia, kita perlu mempertimbangkan bagaimana faktor herediter dan lingkungan berinteraksi. Kita perlu memahami perkembangan mana yang sangat dipengaruhi oleh kematangan dan mana yang tidak. Kita perlu mengetahui hal-hal yang mempengaruhi sebagian besar orang pada usia atau waktu tertentu berdasarkan sejarah. Juga hal-hal yang mempengaruhi orang secara individual. Selanjutnya, kita juga perlu melihat bagaimana faktor waktu dapat mempengaruhi perkembangan dalam kehidupan seseorang (Papalia, dkk., 2009).

Psikologi Anak Berkebutuhan Khusus

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang
Tidak setiap anak yang dilahirkan di dunia ini selalu mengalami perkembangan normal.Banyak di antara mereka yang dalam perkembangannya mengalami hambatan, gangguan, kelambatan, atau memiliki faktor-faktor resiko sehingga untuk mencapai perkembangan optimal diperlukan penanganan atau intervensi khusus. Kelompok inilah yang kemudian dikenal sebagai anak berkebutuhan khusus atau anak luar biasa.
Dalam memahami anak berkebutuhan khusus atau anak luara biasa, sangat diperlukan adanya pemahaman mengenai jenis-jenis kecacatan (anak berkebutuhan khusus) dan akibat-akibat yang terjadi pada penderita. Anak berkebutuhan khusus disebut sebagai anak yang cacat dikarenakan mereka termasuk anak yang pertumbuhan dan perkembangannya mengalami penyimpangan atau kelainan, baik dari segi fisik, mental, emosi, serta sosialnya bila dibandingkan dengan nak yang normal.
Karakteristik spesifik anak berkebutuhan khusus pada umumnya  berkaitan dengan tingkat perkembangan fungsional. Karakteristik spesifik tersebut meliputi tingkat perkembangan sensorik motor, kognitif, kemampuan berbahasa, keterampilan diri, konsep diri, kemampuan berinteraksi social, serta kreatifitasnya.Adanya perbedaan karakteristik setiap peserta didik berkebutuhan khusus, akan memerlukan kemampuan khusus guru. Guru dituntut memiliki kemampuan beraitan dengan cara mengombinasikan kemampuan dan bakat setiap anak dalam beberapa aspek. Aspek-aspek tersebut meliputi kemampuan berpikir, melihat, mendengar, berbicara, dan cara besosialisasikan. Hal-hal tersebut diarahkan pada keberhasilan dari tujuan akhir pembelajaran, yaitu perubahan perilaku kearah pendewasaan.
1.2  Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang, rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
  1. Apa pengertian anak berkebutuhan khusus?
  2. Bagaimana Klasifikasi anak berkebutuhan khusus?
  3. Apa saja faktor penyebab anak berkebutuhan khusus?


1.3  Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah, tujuannya adalah sebagai berikut:
  1.   Untuk mengetahui apa pengertian anak berkebutuhan khusus
  2. Untuk mengetahui Bagaimana klasifikasi anak berkebutuhan khusus
  3. Untuk mengetahui Bagaimana faktor penyebab anak berkebutuhan khusus





BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian anak berkebutuhan khusus
Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) adalah anak yang dalam proses
pertumbuhan atau perkembangan mengalami kelainan atau penyimpangan fisik, mental-intelektual, sosial dan atau emosional dibanding dengan anakanak lain seusianya, sehingga mereka memerlukan pelayanan pendidikan khusus.
Anak Berkebutuhan Khusus (dulu disebut sebagai anak luar biasa) didefinisikan sebagai anak yang memerlukan pendidikan dan layanan khusus
untuk mengembangkan potensi kemanusiaan mereka secara sempurna. Dalam dunia pendidikan, kata luar biasa merupakan julukan atau sebutan bagi mereka yang memiliki kekurangan atau mengalami berbagai kelainan dan penyimpangan yang tidak alami seperti orang normal pada umumnya. Menurut Aqila Smart, bahwa anak berkebutuhan khusus adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya.
Dari beberapa pengertian di atas, maka yang dimaksud dengan anakberkebutuhan khusus adalah anak yang mengalami kelainan dengankarakteristik khusus yang membedakannya dengan anak normal padaumumnya serta memerlukan pendidikan khusus sesuai dengan jeniskelainannya.