Selasa, 15 Januari 2019

media dan sumber belajar PKN SD

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang

Kata “media”  berasal dari kata “medium” yang berarti perantara atau pengantar dalam menyampaikan pesan komunikasi. Jadi media pembelajaran adalah segala bentuk perantara atau pengantar penyampaian pesan dalam proses komunikasi pembelajaran. Media pembelajaran juga termasuk dalam kategori bahan pembelajaran, apabila media pembelajaran diperankan sebagai desain materi pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran.
Sumber dapat diartikan bahwa semua hal yang digunakan sebagai tempat dimana informasi/pesan/materi belajar dapat diperoleh. Sumber belajar dapat berupa manusia (human resources) dan benda lain yang bukan manusia (unhuman resources). Adapun cara mendapatkan sumber belajar, dapat melalui sumber belajar yang dirancang (by design) dan juga dengan sumber belajar yang tinggal dimanfaatkan (by utilization).
Penggunaan media guru harus memilih media yang sesuai dengan bahan yang akan diajarkan, mampu memfasilitasi serta memotivasi siswa, menjelaskan materi dengan menggunakan media, serta mampu membuat siswa dalam mempraktekkan pengetahuannya dengan menggunakan media, dan kemudian guru mampu mengevaluasi pembelajaran yang telah dilakukan dengan baik.




B.       Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Apa yang dimaksud dari media atau alat dalam pembelajaran?
2.      Apa saja sumber yang digunakan dalam pembelajaran?
3.      Bagaimana penerapan media pembelajaran PKn SD?
C.      Tujuan
Adapun tujuan dari pembahasan makalah ini yaitu :
1.      Untuk mengetahui maksud dari media atau alat dalam pembelajaran.
2.      Untuk mengetahui sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran.
3.      Untuk mengetahui cara penerapan media pembelajaran PKn SD.








BAB II
 PEMBAHASAN

A.      Pengertian Media atau Alat Dalam Pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’ atau ‘pengantar’. Media dapat diartikan sebagai sumber belajar yang dikategorikan menjadi sumber dalam bentuk manusia (guru atau dosen) dan sumber bukan manusia, yakni materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat para peserta didik mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap. Namun, dalam pembahasan ini dapat difokuskan pada media sebagai sumber belajar bukan manusia.
Menurut Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Association of Education and Communication Technology/AECT) di Amerika, membatasi media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan atau informasi. Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan peserta didik yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sementara itu, Briggs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang menyajikan pesan serta merangsang peserta didik untuk belajar. Buku, film, kaset, film bingkai adalah contoh-contohnya. Menurut Asosiasi Pendidikan Nasional (National Education Association/NEA) mengartikan media sebagai bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya. Dalam pengertian teknologi pendidikan, media atau bahan sebagai sumber belajar merupakan komponen dari sistem instruksional disamping pesan, orang, teknik latar dan peralatan. Media atau bahan adalah perangkat lunak (software) yang berisi pesan atau informasi pendidikan yang biasanya disajikan dengan mempergunakan peralatan.
Dari beberapa pendapat yang dikemukakan, dapat diambil kesimpulan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian peserta didik sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.
Media pembelajaran dapat diartikan sebagai media yang digunakan dalam pembelajaran, yaitu meliputi alat bantu pendidik dalam mengajar serta sarana pembawa pesan dari sumber belajar ke penerima pesan belajar (peserta didik).
1.         Fungsi Media Pembelajaran PKn SD
 Berikut ini merupakan beberapa fungsi dari adanya media pembelajaran PKn  di SD :
a.     Media pembelajaran sebagai alat bantu dalam pembelajaran.
Pada satu sisi ada materi ajar yang tidak memerlukan alat bantu, tetapi di lain pihak ada materi ajar yang sangat memerlukan.
b.    Media pembelajaran sebagai sumber belajar.
Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat bahan pembelajaran untuk belajar peserta didik tersebut berasal. Sumber belajar dapat dikelompokkan menjadi lima kaeagori, yaitu manusia, buku perpustakaan, media massa, alam lingkungan, dan media pendidikan.
2.        Macam-Macam Media Pembelajaran PKn
Merancang media pembelajaran PKn sangat tergantung dari jenis media yang digunakan. Di bawah ini diulas kembali jenis media yang dapat digunakan/dikembangkan dalam pembelajaran PKn, yaitu:
a.     Hal-hal yang bersifat visual, seperti bagan, matriks, gambar, data, dan lain-lain.
b.    Hal-hal yang bersifat materiil, seperti model-model, benda contoh gerak, sikap, dan perilaku, seperti simulasi, bermain peran, role playing, cerita, kasus tentang moral.
Berkaitan dengan hal di atas, maka pembelajaran PKn dapat menggunakan berbagai jenis media yaitu media visual, media audio video atau media berbasis komputer. Namun dari beberapa pilihan media diambil harus mampu memenuhi syarat dan kerakteristik pembelajaran PKn, misalnya mampu mengajak siswa berfikir kritis, dan peka. Hal lain adalah penerapan suatu media dalam proses belajar mengajar PKn yang tentu saja harus disesuaikan dengan pokok bahasan yang ingin kita sampaikan kepada siswa. Sebagai contoh, pokok bahasan Sumpah Pemuda maka media yang sesuai untuk pokok bahasan tersebut adalah media video. Media video dapat menghadirkan gambaran tentang tanah air Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, juga dapat menayangkan Peta Indonesia. Dengan demikian para siswa di harapkan dapat memahami pentingnya makna peristiwa Sumpah Pemuda bagi kemerdekaan Republik Indonesia.
Beberapa media belajar yang sering digunakan untuk pembelajaran PKn antara lain:
1.         koran, majalah , kliping
2.         berita, kasus yang berkait dengan materi pelajaran
3.         model/alat peraga
Secara umum, media pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kalsifikasi jika dilihat dari masing-masing segi, diantaranya sebagai berikut.Dilihat dari sifatnya, media dapat dibagi menjadi:
1.      Media visual, yaitu media yang hanya dapat dilihat saja, tidak mengandung, unsure suara. Contohnya adalah film slide, foto, transparansi, lukisan gambar, dan berbagai bahan yang dapat dicetak seperti media grafis dan lain sebagainya.
2.         Media audio berbeda dengan media visual. Media audio berkaitan dengan penedengaran peserta didik. Media audio yang dapat digunakan dalam pemebelajaran PKn misalnya radio, kaset.
3.         Media audiovisual, yaitu media yang selain dapat mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang biasa dilihat, misalnya rekaman video, film, slide suara, dan lain sebagainya.


B.     Sumber Belajar PKn SD
Secara sempit sumber belajar diartikan sebagai semua sarana pengajaran yang dapat menyajikan pesan yang dapat didengar (secara auditif) maupun yang dapat dilihat (secara visual). Sedanglkan secara luas menurut Udin Saripudin yang Winataputra (1999: 65) sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat bahan pengajaran terdapat atau asal untuk belajar seseorang.
Jenis sumber belajar adalah sumber belajar yang sudah tersedia dan tinggal dimanfaatkan (learning resources by utilization), yaitu sumber belajar yang tidak secara khusus di rancang untuk keperluan pembelajaran, namun dapat ditemukan, dipilih, dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.
Sumber-sumber belajar dapat berbentuk:
1.        Pesan: informasi yang disampaikan melalui komponen lain berupa ide, fakta-fakta, data.
Contohnya : bahan ajar, cerita rakyat, dongeng, hikayat, dan sebagainya.
2.        Orang: guru, instrukur, siswa, ahli, narasumer, tokoh masyarakat, pimpinan lembaga, tokoh karya, dan sebagainya.
3.        Bahan atau material: media softwere yang biasa digunakan untuk menyampaikan pesan yang ditampilkan dengan menggunakan alat (hardwere) atau dapat menampilkan dirinya sendiri, misalnya transparansi OHP, buku, transparansi, film, slides, gambar, grafik yang dirancang untuk pembelajaran, relief, candi, arca, komik, dan sebagainya
4.        Alat atau perlengkapan: digunakan untuk menampilkan pesan yang terdapat pada bahan. Misalnya perangkat keras, komputer, radio, televisi, VCD atau DVD, kamera, papan tulis, generator, mesin, mobil, motor, alat listrik, obeng, dan sebagainya
5.        Pendekatan/metode atau teknik: cara-cara yang bisa dilakukan dalam belajar mengajar atau menggunakan alat-alat, bahan, setting, dan orang untuk menyampaikan pesan. misalnya diskusi, seminar, pemecahan masalah, simulasi, permainan, sarasehan, percakapan biasa, diskusi, debat, talk show dan sejenisnya.
6.        Lingkunga sebagai sumber belajar dapat berupa :
a.     Lingkungan alam, seperti : gunung apai, pantai, sungai, dataran, dan sebagainya.
b.    Lingkungan sosial, misalnya: keluarga, rurkun tetangga, desa, kelurahan, kota, pasar, dan sebagainya.
Sedangkan menurut Rohani, pembagian sumber belajar meliputi :
1.   Sumber belajar cetak : buku, majalah, ensiklopedi, brosur, koran. Poster, dan denah.
2.        Sumber belajar non cetak : film, slide, video, model, boneka dan audio kaset.
3.        Sumber belajar yang berupa fasilitas : auditorium, perpustakaan, ruang belajar, meja belajar individual, studio, lapangan dan olahraga.
4.        Sumber belajar yang berupa kegiatan : wawancara, kerja kelompok, observasi, simulasi dan permainan.
5.        Sumber belajar yang berupa lingkungan : taman dan terminal.
Manfaat sumber belajar pada saat proses pembelajaran :
a.         Dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret dan langsung.
Anak dalam usia SD berada pada fase berfikir kongkrit, artinya anak pada tingkatan usia tersebut belum mampu berfikir diluar batas kemampuan panca inderanya. Pemberian belajar yang nyata atau kongkrit akan meningkatkan kebermaknaan dalam proses belajar anak.
b.        Pemanfaatan sumber belajar dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan  daya indera.
Ada kalanya guru harus menjelaskan mengenai hal-hal yang tidak mungkin untuk diadakan, dikunjungi atau dilihat secara langsung.
c.         Menambah wawasan dan pengalaman anak.
Upaya memperluas wawasan anak melalui pemanfaatan sumber belajar juga merupakan nilai tambah yang lain dari sumber belajar. Wawasan tersebut dapat diperoleh jika siswa dihadapkan dengan lingkungan sebenarnya dalam proses pembelajaranya.
d.        Memberikan informasi yang akurat dan terbaru.
Sumber belajar juga dapat memberikan informasi yang akurat dan terbaru. Misalnya : informasi yang didapat anak melalui buku bacaan majalah yang terbit tiap minggu untuk anak dan narasumber. Selain memberikan infirmasi terbaru, juga akan meningkatkan bacaan anak dan terlatih untuk senantiasa haus akan informasi.

e.         Meningkatkan motivasi belajar anak.
Kreatifitas guru untuk memilih dan memanfaatkan berbagai sumber belajar dengan mendorong anak menyenangi kegiatan belajarnya karena anak diberikan sumber pengetahuan, sumber informasi dan sumber belajar yang beragam.
f.         Mengembangkan kemampuan berfikir anak secara lebuh kritis dan positif
Dengan diberikannya berbagai alternatif sumber belajar kepada anak, kemampuan berfiir kritis anak akan semakin meningkat. Hal tersebut ditunjukkan pada anak dengan banyak mengemukakan pertanyaan terhadap berbagai fakta, peristiwa, kejadian yang ditemukanya ditempat yang disediakan sebagai sumber belajar.

C.      Penerapan Media Pembelajaran
Dalam menerapkan media pembelajaran, banyak hal-hal yang harus diperhatikan oleh guru itu sendiri, diantaranya ialah guru harus memilih dan menyesuaikan media pembelajaran tersebut sesuai dengan lingkungan yang ada disekitar siswa itu sendiri serta mengacu pada sumber belajar yang telah ada. Misalnya dalam pembelajaran PKn mengenai materi letak daerah penjajahan di Jawa Tengan dengan menggunakan media gambar peta.  Dan begitupun dalam pembelajara Sains, Matematika dan mata pelajaran yang lain yang menggunakan media dalam pembelajaran. dan contoh penerapan seperti ini mengacu pada dua teori behavioristik dan teori kognitif.
Memang tidak dapat dipungkiri lagi bahwa setiap sekolah itu berbeda lingkungannya, baik lingkungan alamnya, socialnya, maupun budayanya. Dan perbedaan lingkungan inilah yang menjadi alasan mengapa guru harus memilih dan menyesuaikan media pembelajaran dengan lingkungan siswa. Hal itu dikarenakan, siswa sulit memahami suatu konsep bila konsep yang diajarkan oleh guru kepada siswa adalah suatu konsep yang belum dilihatnya sama sekali dalam lingkungannya. Maka dari itu, guru terlebih dahulu menggunakan media yang ada dalam kehidupan siswa, baru kemudian mengenalkan suatu konsep yang baru yang belum dilihat dan dipelajarinya itu dengan menggunakan media visual, maupun media audio visual.
Keahlian  guru dalam menerapkan media pembelajaran yang sesuai dengan lingkungan siswa serta mengacu pada materi yang akan diajarkan  adalah modal bagi siswa untuk bisa memahami materi pelajaran dengan baik dan benar. Ada kemungkinan rendahnya nilai kompetensi siswa disebabkan oleh strategi penyampaian pelajaran yang kurang tepat. Dalam hal ini guru mungkin kurang atau tidak memanfaatkan sumber belajar secara optimal. Diantaranya guru dalam menyampaikan pengajaran sering mengabaikan penggunaan media, padahal media itu berfungsi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dan pada gilirannya akan meningkatkan mutu pendidikan siswa. Maka dari itu, guru terlebih dahulu harus memahami langkah-langkah dalam menerapkan media pembelajaran yang tepat dan tidak asal-asalan serta terencana dan sistematik.
Maka adapun langkah-langkah dalam menerapkan media pembelajaran yang harus dilakukan guru bila didasarkan atas teori yang telah disebutkan adalah:
1. Memilih  dan  menetapkan  media  mana  yang sesuai dan yang akan dimanfaatkan guna mencapai tujuan. Dalam hal ini prinsip pemilihan dan dasar pertimbangannya patut diperhatikan. Sebelum media pembelajaran digunakan dalam kegiatan proses pembelajaran, maka alangkah baiknya,  seorang guru mempelajari terlebih dahulu cara penggunaan media yang digunakan, serta menganalisis sejauh mana keakuratan media tersebut terhadap isi materi yang akan diajarkan kepada siswa.
2. Siswa atau kelas harus mempunyai persiapan, sebelum mereka menerima pelajaran dengan menggunakan media. Guru harus dapat memfalitasi, memotivasi siswa agar dapat menilai, menganalisis, menghayati pelajaran dengan menggunakan media pembelajaran serta membimbing siswa karena menurut teori krontuktivis guru hanya sebagai mediator dan fasilitator.
3. Penyajian bahan pelajaran dengan memanfaatkan media pembelajaran. Keahlian guru dituntut di sini. Media dipergunakan oleh guru untuk membantu tugasnya menjelaskan bahan pelajaran. Media pembelajaran dikembangkan penggunaannya untuk keefektifan dan efisiensi pencapaian tujuan. Dan adapun media yang dapat diterapkan disini ialah alam sekitar, serta media audio, visual, Audio visual, dan serbaaneka (Yanarahwana.multiply.com).
4. Siswa belajar dengan memanfaatkan media pembelajaran. Pemanfaatan media  di sini bisa siswa sendiri yang mempraktekkannya ataupun guru langsung memanfaatkannya baik di kelas atau diluar kelas. Dan yang terakhir,
5. Kegiatan belajar harus dievaluasi, sampai sejauh mana tujuan pembelajaran tercapai, yang sekaligus dapat dinilai sejauh mana pengaruh media sebagai alat bantu dapat menunjang keberhasilan proses belajar siswa. Hasil evaluasi dapat dilihat pada proses belajar berikutnya.
Dari uraian yang telah dikemukakan serta dari kelima langkah-langkah dalam dalam menerapkan media pembelajaran berdasarkan teori yang telah dikemukakan tersebut, maka dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu keahlian seorang guru dituntut dalam penggunaan media diantaranya adalah guru harus memilih media yang sesuai dengan bahan yang akan diajarkan, mampu memfasilitasi serta memotivasi siswa, menjelaskan materi dengan menggunakan media, serta mampu membuat siswa dalam mempraktekkan pengetahuannya dengan menggunakan media, dan kemudian guru mampu mengevaluasi pembelajaran yang telah dilakukan dengan baik.













BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Media pembelajaran dapat diartikan sebagai media yang digunakan dalam pembelajaran, yaitu meliputi alat bantu pendidik dalam mengajar serta sarana pembawa pesan dari sumber belajar ke penerima pesan belajar (peserta didik). Fungsi media dalam pembelajaran PKn, yaitu :  Media pembelajaran sebagai alat bantu dalam pembelajaran, Media pembelajaran sebagai sumber belajar.  Secara garis besar, media dibagi menjadi empat jenis, yakni media grafis, media audio, media proyeksi diam, serta media proyeksi gerak dan audio visual.
Sumber belajar  adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu.
Dalam menerapkan media pembelajaran berdasarkan teori behavioristik dan teori kognitif, maka dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu keahlian seorang guru dituntut dalam penggunaan media diantaranya adalah guru harus memilih media yang sesuai dengan bahan yang akan diajarkan, mampu memfasilitasi serta memotivasi siswa, menjelaskan materi dengan menggunakan media, serta mampu membuat siswa dalam mempraktekkan pengetahuannya dengan menggunakan media, dan kemudian guru mampu mengevaluasi pembelajaran yang telah dilakukan dengan baik.

B.       Penutup
Demikian yang dapat kami samapaikan mengenai materi yang menjadi bahasan dalam makalah ini, ternyata banyak kekurangan dan kelemahan karena terbatasnya pengetahuan dan referensi yang kami peroleh hubungannya dengan makalah ini, penulis berharap kepada pembaca sebagaimana dapat memberikan saran mengenai makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA

Solehatin, Etin. 2012. Strategi Pembelajaran PPKN. Jakarta: PT Bumi Aksara
Ani Sri Rahayu. 2013. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jakarta: PT Bumi Aksara

Fathurrohman dan Wuri Wuryandari. 2011. PEMBELAJARAN PKN DI SEKOLAH DASAR.  Yogyakarta: Nuha Litera.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar